Start Up dan Bisnis Online , eksistensinya di era digital


MAKALAH
MANAJEMEN PEMASARAN
“Start Up dan Bisnis Online, Eksistensinya di Era Digital ”








FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MOHAMMAD HUSNI THAMRIN
2019









DAFTAR ISI











KATA  PENGANTAR


Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nya makalah yang berjudul “Start Up dan Bisnis Online, Eksistensinya di Era Digital”  ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
Penyusun menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih kurang sempurna  oleh karena itu saran dan kritik yang sifatnya membangun dari semua pihak sangat diharapkan. Akhirnya melalui kesempatan ini, penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu hingga makalah ini dapat terselesaikan. Penyusun mengharapkan semoga makalah ini berguna bagi penyusun khususnya dan pembaca pada umumnya.
  Jakarta, Desember 2019       

Penyusun






BAB I
PENDAHULUAN


1.1     Latar Belakang

Pada saat ini, perkembangan teknologi yang sangat pesat telah memberikan pengaruh yang besar di berbagai bidang, salah satunya adalah di bidang teknologi informasi apa yang biasa kita sebut dengan IT. Semakin berkembangnya teknologi informasi, semakin canggih pula infrastruktur yang ada. Salah satunya adalah internet yang semakin mudah didapat melalui pembelian kuota maupun melalui media hotspot yang tersebar di berbagai tempat secara merata untuk memudahkan akses internet pada saat ini. Pengguna dapat dengan mudah mengakses internet melalui café café yang menyediakan hotspot maupun pusat perbelanjaan maupun fasilitas airport. Dari berkembangnya Teknologi informasi yang ada, maka muncul lah Start-Up. Start-up adalah bentuk perusahaan yang memulai bisnis dengan menawarkan barang maupun jasa yang memiliki proses bisnis yang sangat mempunyai keterkaitan yang sangat erat dengan internet sehingga tanpa internet, Start-up  tidak akan berjalan. Bisa diartikan bila internet merupakan paru-paru dari Start-up . di dalam Start-up , perusahaan akan menawarkan berbagai macam barang maupun jasa hasil rancangan perusahaan itu sendiri seperti games, edukasi, surat kabar serta majalah online yang harus menggunakan internet bila menjalankan Start-up tersebut. Tidak jarang ada yang gratis maupun ada juga yang harus melakukan pembayaran terlebih dahulu.
Dari hal tersebut, maka Start-up sangat bergantung pada internet sertaperkembangan zaman seperti apa yang sedang gencar diinginkan oleh user untuk memudahkan pekerjaan maupun sekedar untuk mengetahui informasi terkini yang ada. Oleh sebab itu, kita sebagai mahasiswa pastinya pernah menggunakan Start-up yang berada di playstore pada android maupun melakukan pencarian melalui internet. Maka daari itu, kami akan membahas mengenai Start-up yang ada sehingga dapat memberikan referensi serta pandangan kepada pembaca.
Sepuluh sampai lima belas tahun yang lalu masih banyak perusahaan-perusahaan dan pelaku bisnis yang mengandalkan media cetak, televisi serta radio untuk memasarkan produk-produk mereka. Tetapi di era modern ini, semenjak adanya situs web, dan banyak orang menggunakan jejaring sosial, media cetak, televisi dan radio di tinggalkan dan beralih menggunakan situs web dan jejaring sosial untuk memasarkan produk-produk mereka.
Meningkatnya pengguna internet setiap harinya, ternyata tidak diabaikan begitu saja oleh para pelaku bisnis. Saat ini banyak pelaku bisnis yang sengaja membuat website, blog, atau membuat akun di facebook maupun twitter untuk memasarkan produk mereka. Kemajuan tersebut dirasa sangat bermanfaat untuk dijadikan sebagai salah satu strategi pemasaran bisnis.

1.2     Rumusan Masalah

1.      Apa definisi dari Startup dan Bisnis Online?
2.      Bagaimana Eksistensi Startup dan Bisnis Online di era digital ?
3.      Bagaimana Pengaruh startup terhadap perekonomian Indonesia

1.3     Tujuan

1.  Untuk mengetahui definisi dari Startup dan bisnis online.
2.  Untuk mengetahui Eksistensi Startup dan Bisnis Online di era digital.
3. Untuk mengetahui pengaruh Startup terhadap perekonomian Indonesia.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1     Pengertian

Menurut Paul Graham, startup merupakan sebuah perusahaan yang didesain untuk berkembang dengan cepat.
Secara bahasa, kata “start-up” sendiri adalah serapan dari bahasa Inggris yang menunjukan sebuah bisnis yang baru dirintis. Start = mulai; up = naik, berkembang.
Bahasa Indonesia startup adalah usaha rintisan. Mengutip Wikipedia, startup adalah sebuah perusahaan rintisan. Umumnya disebut startup (atau ejaan lain yaitu start-up), merujuk pada semua perusahaan yang “belum lama beroperasi”.
    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti dari bisnis online yaitu usaha komersial dalam bidang perdagangan baik menjual produk ataupun jasa, dimana bisnis ini menggunakan internet sebagai wadahnya.
Menurut Dedik Kurniawan, bisnis online adalah sebuah kegiatan yang menggunakan fasilitas jaringan internet untuk melakukan segala kegiatan yang dapat dilakukan secara online seperti halnya bisnis, daftar kuliah, searching, stalking, mencari berita dan lain sebagainya.

2.2     Perkembangan Bisnis Online di Indonesia

       Hingga saat ini, dunia internet benar-benar telah menyihir semua kalangan. Keberadaannya sudah dianggap lumrah dan bahkan menjadi salah satu kebutuhan pokok bagi sebagian lapisan masyarakat, terutama kaum wirausaha. Indonesia merupakan salah satu negara dengan angka pengguna jaringan internet terbesar di Asia dan Dunia. Bukan hanya sebatas untuk browsing maupun ngesosmed saja, tapi para wirausahawan kecil pun telah terjun kedalamnya dalam rangka mempromosikan bisnis UKM miliknya.
Kembali ke Perkembangan Bisnis Online, kamu sebagai pengguna aktif sosial media seperti Facebook, Twitter, Instagram, Youtube hingga WhatsApp, pasti sangat mering melihat banyaknya pengguna yang memanfaatkan sosmed-sosmed diatas sebagai lapak untuk promosi dan berjualan.
Hal ini terjadi bukan tanpa sebab. Faktanya, banyak sekali hal yang membuat dunia internet sangat cocok sebagai tempat untuk menjalankan bisnis. Beberapa penyebab tersebut antara lain adalah Jaringan Internet yang hampir Merata, Jumlah Pengguna yang semakin meningkat, Memperkenalkan Produk/Jasa ke seluruh dunia, Cepat, nyaman dan murah, dan Potensi yang tinggi dan Strategis

2.3     Sejarah Startup

Penggunaan istilah startup digunakan untuk hal – hal  berhubungan dengan teknologi, website, internet, dan lainnya, terjadi dikarenakan istilah Startup sendiri mulai popular secara internasional pada masa buble dot-com. Fenomena buble dot-com adalah ketika pada periode tersebut (1998-2000) banyak perusahaan dot-com didirikan secara bersamaan. Pada masa itu sedang gencar-gencarnya perusahaan membuka website pribadinya sehingga semakin banyak orang yang mengenal internet sebagai ladang baru untuk memulai bisnisnya. Dan sejak saat itu Startup lahir dan berkembang.
Namun menurut Ronald Widha dari TemanMacet.com, Startup tidak hanya perusahaan baru yang bersentuhan dengan teknologi, dunia maya, aplikasi atau produk tetapi bisa juga mengenai jasa dan gerakan ekonomi rakyat akar rumput yang bisa mandiri tanpa bantuan korporasi-korporasi yang lebih besar dan mapan.

2.4   Karakteristik Startup

         Karakteristik Perusahaan yang dapat dianggap sebagai Startup adalah sebagai berikut :
1.      Usia perusahaan kurang dari 3 tahun
2.      Jumlah pegawai kurang dari 20 orang
3.      Pendapatan kurang dari $ 100.000/tahun
4.      Masih dalam tahap berkembang
5.      Umumnya beroperasi dalam bidang teknologi
6.      Produk yang dibuat berupa aplikasi dalam bentuk digital
7.      Biasanya beroperasi melalui website
Dari karakteristik tersebut mungkin nampak bahwa stratup lebih condong ke perusahaan yang bergerak di bidang teknologi dan web. Namun faktanya memang seperti itu, kini perkembangan perusahaan yang lazim dilabeli nama Stratup adalah perusahaan yang berkenaan dengan bidang teknologi dan online.

2.5   Tingkatan Stratup

1. Level Cockroach
Level pertama dalam tingkatan startup adalah Cockroach atau kecoa. Perusahaan yang disebut sebagai Cockroach ini merupakan perusahaan yang masih kecil atau baru saja dirintis. Sehingga nilai valuasi yang dimiliki oleh perusahaan ini masih terbilang sedikit.
2. Level Ponies
Level selanjutnya ialah level Ponies atau kuda poni. Ponies sendiri merupakan istilah yang digunakan bagi sebuah perusahaan yang memiliki nilai valuasi hingga 10 juta dollar atau berkisar Rp 140 miliar.
3.    Level Centaurs
Centaurs sendiri merupakan makhluk dalam kisah mitologi Yunani. Ia adalah makhluk yang memiliki badan kudan namun berkepala manusia. Dalam level Centaurs, sebuah perusahaan haruslah memiliki nilai valuasi hingga 100 juta dollar atau sekitar Rp 1,40 triliun.
4.      Level Unicorn
Kasta Unicorn dalam sebuah perusahaan startup sendiri tergolong besar. Karena masih sedikit perusahaan-perusahaan yang bisa menembus level ini. Unicorn sendiri merupakan istilah yang digunakan untuk perusahaan yang telah memiliki nilai valuasi sebesar 1 miliar dollar atau sekitar Rp 14 triliun, seperti Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak.
5.      Level Decacorn
Level Decacorn sendiri merupakan level bagi perusahaan startup yang memiliki nilai valuasi sebesar 10 miliar dollar setara dengan Rp 140 triliun. Tentu saja perusahaan yang telah mencapai level ini merupakan perusahaan besar, seperti Uber, Printerest, Dropbox, dan Space x.
6.      Level Hectocorn
Perusahaan startup yang memiliki level Hectocorn sendiri merupakan perusahaan yang memiliki nilai valuasi sebesar 100 miliar dollar atau sekitar Rp 1,400 triliun. Tentu saja perusahaan ini merupakan perusahaan level dunia , seperti Google.

2.6     Eksistensi dan Perkembangan Startup dan Bisnis Online  di era Digital

              Setiap tahun bahkan setiap bulan banyak startup baru bermunculan. Sekarang ini terdapat setidaknya lebih dari 1500 startup lokal yang ada di Indonesia, dikutip dari Daily Social. Potensi pengguna internet di Indonesia yang semakin meningkat dari tahun ke tahun juga menjadi katalis mendirikan sebuah startup, Begitu juga dengan Bisnis Online yang semakin memarak di indonesia, yang sangat mudah dilihat dengan meningkatnya jumlah pedagang yang menjual barang melalui wadah Startup seperti shopee, serta lebih seringnya kita melihat kontak whatsapp atau akun yang kita follow membuat status, atau snap untuk menawarkan produknya atau produk orang lain ( paid promote )  
         Pemerintah kini juga memberikan perhatian khusus pada perkembangan startup di Indonesia. Presiden Jokowi dalam kunjungannya ke Sillvicon Valley, Amerika serikat beberapa waktu lalu telah memperkenalkan program untuk mencari 1000 startup baru di Indonesia. Melalui project 1000 Startup ini perkembangan startup dan para technopreneur di tanah air akan memiliki peta jalan pembinaan yang jelas lewat berbagai program seperti seminar, workshop pelatihan, kompetisi hackathon, bootcamp dan inkubasi.

2.7     Data Startup


2.8     Pengaruh Startup terhadap perekonomian Indonesia

Sebagai bagian dari industri kreatif, keberadaan startup digital punya peran penting dalam perekonomian di suatu negara.Startup digital dapat melahirkan perusahaan yang berkualitas dan memberikan dampak positif dengan menyelesaikan permasalahan-permasalahan di masyarakat.Tidak hanya itu startup digital turut berperan dalam menciptakan lapangan kerja baru.
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara sempat mengatakan bahwa ekonomi digital di Indonesia akan mencapai US$ 130 miliar atau Rp 1.831 triliun pada 2020. Ini akan berkontribusi sebesar 11% terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.
Tidak mengherankan bila pemerintah Indonesia begitu getol berupaya meningkatkan jumlah startup di Tanah Air. Beragam dukungan pun diberikan agar startup bisa tumbuh dan berkembang. Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahkan sampai menetapkan visi untuk menempatkan Indonesia sebagai negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020, dengan memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya untuk produk dan pelaku lokal. Yaitu Program Thinkubator yang merupakan wujud dukungan pemerintah terhadap tumbuh kembang Startup.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

pemanfaatan mengkudu (morinda citrifolia) sebagai pembersih noda pakaian

storytelling text ( malinkundang )